Home blog Kisah Dibalik Kesuksesan Game Pokemon Go

Kisah Dibalik Kesuksesan Game Pokemon Go

13 min read
1
11,744

Mungkin kita semua masih ingat dengan tren-tren yang populer di tahun 2016 lalu. Jika di flashback kembali, tren yang populer pada saat itu adalah berbagai Challenge aneh dan bahkan ekstream, kemudian sempat populer juga lagu PPAP (Pen Pineapple Apple Pen) yang dibawakan oleh pria berusia 44 tahun asal Jepang. Namun yang populer pada tahun itu, nggak cuma itu saja. Dari dunia game juga ada yang menghebohkan di tahun itu lho.

Game yang populer pada tahun lalu adalah Pokemon Go. Nah, siapa nih yang pernah maini game ini? Pasti para gamer juga pernah nyobain game ini dong! Game yang memerintahkan si pemainnya untuk berjalan dan berkeliling mencari pokemon-pokemon yang ada dijalan, seru bukan?

Jadi game ini nggak cuma mematokkan si pemain hanya duduk dan berdiam untuk memainkan gamenya. Justru si pemain hasur bekrling ketempat-tempat yang terdapat pokemon. Bahkan ada tempat favorit bagi para penggemar game ini untuk mencari pokemon lho! Tak jarang juga para pecinta game ini berkumpul dan mencari lokasi untuk berburu pokemon. Nggak hanya sekedar mencari pokemon, mereka juga harus menemukan bola untuk menyimpan pokemon tersebut. Dari sekian banyak pokemon yang mereka dapatkan, para pemain lebih suka untuk berburu pokemon yang langkah. Pasti asik banget!

Sama seperti orang yang berusaha menjadi terkenal, pasti harus menjalani dan melawati berbagai proses dan memiliki cerita yang menarik, nah ternyata hal seperti itu juga terjadi pada game yang populer dari tahun 2016 tersebut.

Sejarah Pembuatan “Pokemon Go”

Bisa kita lihat betapa boomingnya game yang satu ini pada tahun 2016 lalu, bahkan sampai ada organisasi yang isinya para pemain pokemon go semua. Banyak kita temukan orang-orang yang berkumpul dijalan-jalan untuk berburu pokemon, sontak saja kepopuleran game ini menjadi tranding topik. Akan tetapi yang harus kita ketahui bahwa kepopuleran game ini ternyata tidak instan, pasalnya game ini memiliki waktu yang cukup lama untuk menjadi sepopuler sekarang.

Dibalik kesuksesan game ini ada sosok seorang pria yang bernama John Hanke. Beliau adalah seorang pengusaha yang telah berinovasi dalam dunia digital selama beberapa dekade. Hanke adalah pendiri dan CEO Niantic Labs, dimana perusahaan game yang membuat game populer “Pokemon Go”.

Kesuksesan yang diraih oleh game ini memang terbilang instan, pasalnya cuma membutuhkan waktu dua minggu setelah dirilis, game mobile keluaran Nintendo itu mampu meraup pendapatan rata-rata Rp 26 miliar per hari dari fitur berbayar alias in-app purchase. Bahkan game ini mampu mengalahkan terminologi “porno” pada mesin pencari.

Kesuksesan semua itu berawal pada bulan Febuari 1996, dimana sebuah game yang bernama Game Boy yang dirilis di Jepang oleh Nintendo. Cara main game boy ini adalah para pemain yang diharuskan untuk menangkap 150 dari makhluk tituler dan melatih mereka agar bisa melawan Elite Four dan menjadi juara daerah.

Lambat laun game tersebut sampai ke Eropa di tahun 1999, kemudian diperluas kembali ke komik, kartun dan permainan kartu perdagangan yang akhirnya lebih populer dari permainan Game Boy sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, kepopoleran kartun pokemon pun mereda, tapi karakter pokemon masih membekas dibenak semua orang, terutama pikhacu yang merupakan maskot Pokemon tetap dikenali di seluruh dunia.

Pada tahun 2000, Hanke akhirnya mendirikan perusahaan pemetaan digital 3D bertajuk Keyhole. Google melihat potensi teknologi yang dikembangkan Keyhole dan mengambil alih perusahaan itu pada 2004.

Teknologi Keyhole menjadi cikal bakal Google Earth. Hanke diposisikan sebagai nakhoda dalam divisi Google Geo yang membawakan tiga layanan, yakni Google Earth, Google Maps dan Google Street View.

Kemudian ditahun 2014, pokemon kembali muncul namun dalam April Mop. Pada saat itu Google dan Pokemon Company bekerja sama untuk menghadirkan candaan dengan memungkin pengguna untuk menemukan karakter Pokemon pada peta Google. Hal ini sempat menjadi hot dan dari situlah muncul ide untuk mengembangkan Pokemon Go menjadi sebuah game.

Dalam proses pembuatan game ini, Hanke mengumpulkan dana sebesar $ 25 juta (Rp328 miliar). Dana tersebut diperoleh dari Google, Nintendo, Pokemon Company dan investor lainnya mulai dari Desember 2015 sampai Februari 2016. Dana tersebut termasuk untuk membentuk tim yang akan membuat Pokemon Go.

Lain dari game yang lainnya, pasalnya game ini berbeda dengan game yang biasa pada umumnya. Permainan ini dimainkan tidak hanya duduk diam, namun pemain harus bergerak ke sana kemari untuk mencari monster-monster virtual di dunia nyata. Gerakan fisik pemain pun dibayar dengan temuan Pokemon dan item-item bermanfaat yang tersebar pada titik-titik Pokestop. Selain mendorong gamer agar bergerak, Hanke juga ingin mengajak pemain untuk mengeksplor lingkungan sekitar. Dengan begitu, pemain bisa terus belajar dan mendapat pencerahan dari hal-hal yang terjadi di sekeliling.

Kesuksesan Game Pokemon Go

Resminya game ini diluncurkan pada 6 Juli 2016 di AS, Australia dan Selandia Baru. Dari awal mucul hingga saat ini game Pokemon Go sudah berhasil menarik perhatian banyak orang bahkan dapat meningkatkan saham yang dimiliki oleh Nintendo hingga lebih dari 50 persen. Nilai perusahaan pun naik menjadi 12 miliar dollar AS atau setara Rp 157 triliun. Dari kesuksesan yang diraih oleh Hanke lewat game ini membuat kerja keras dan kesetiaannya pada game yang berbasis GPS tak sia-sia.

Pada hari Selasa, 12 July 2016 silam “Pokemon Go” sudah mampu menarik kurang dari 21 juta pengguna aktif setiap hari di Amerika Serikat, itu baru di Amerika saja lho ya! Dibanding dengan pemegang rekor sebelumnya, yakni “Draw Something” dan “Candy Crush,” masing-masing sekitar 16 juta dan 20 juta.

Dalam waktu 24 jam, game populer “Pokemon” mencapai nomor 1 di App Store, mengalahkan hit indie “Slither.io” dan blockbuster Supercell yang sangat dipromosikan “Clash Royale” menjadi game terbesar tahun 2016, menurut pos tersebut. Setelah tiga hari peluncurannya, “Pokemon Go” telah menarik lebih banyak pengguna daripada Twitter dan naik ke puncak tangga lagu App Store.

Lokasi Paling Banyak Jumlah Pokemon

Setiap gamer yang memainkan game ini pastinya mereka sangat menginginkan tempat yang paling banyak terdapat pokemonnya, nah dari berbagai negara yang ada. Berikut ini adalah lokasi-lokasi yang paling banyak tersedia pokemon.

  • Circular Quay, Sydney, Australia 
  • Metropolitan Museum of Art, New York. US
  • Big Ben, London, UK
  • Central Park, New York, US
  • State Library of Victoria, Melbourne. Australia
  • Colloseum, Roma, Italia
  • Stonehenge, Wiltshire, England

Pokemon Go Membawa Petaka

Banyaknya orang yang berbondong-bondong nggak mau ketinggalan untuk memainkan game yang satu ini. Sehingga membuat kepopulerannya semakin bertambah. Namun dibalik itu semua, kesenangan gamer yang memainkan game ini membuat mereka lupa akan keselamatan jauh lebih penting. Pasalnya dari game yang populer ini ternyata juga menelan korban lho guys. Mulai dari orang yang kehilangan pekerjaan hingga kehilangan nyawa juga ada akibat bermain game ini.

Warga Australia dipecat gara-gara Pokemon GO

Pekara bermain game Pokemon Go seorang warga Australia yang bekerja di Singapura terpaksa harus kehilangan pekerjaannya. Ia membuat sebuah setatus didunia maya yang isinya. “Kalian tidak bisa menangkap pokemon di negara yang menyebalkan ini,” tulis Truyen di akun personal Facebooknya pada akhir pekan lalu. Alhasil akibat statusnya tersebut warga Australia ini tak bisa mencicipi pekerjaannya lagi.

Meninggal saat berburu pokemon

Remaja Guatemala bernama Jerson Lopez de Leon (18) tewas tertembak ketika asyik berburu monster dalam permainan augmented reality tersebut. Kejadian ini terjadi di Kota Chiquimula. Leon sedang bermain Pokemon Go bersama sepupunya, Daniel Moises Picen (17). Saat asyik mencari monster di dekat rel kereta tak terpakai, tiba-tiba saja penumpang sebuah mobil van memberondong keduanya dengan tembakan membabi buta.

Dari olah TKP, polisi mengatakan setidaknya 20 peluru menghujani Leon dan sepupunya. Leon tewas saat dibawa ke RS, sedangkan Picen terluka di bagian kaki. Motif penembakan itu masih terus didalami oleh polisi setempat. Ada dugaan mobil van ini berisi perampok yang mengincar ponsel. Motif lainnya, Leon sejak awal sudah diincar oleh geng setempat untuk dihabisi. Karena memainkan Pokemon Go, lokasinya akhirnya bisa diketahui dari GPS.

Itulah beberapa fakta mengenai game Pokemon Go yang sempat sangat populer ditahun 2016 lalu. Namun entah mengapa kepopulerannya seakan tergeserkan oleh game-game yang baru seperti mobile lagend, biar udah tergeser yang penting penciptanya sudah banyak meraup keuntungan ya nggak? Nah, untuk kalian yang masih memainkan game ini, harus lebih hati-hati ya guys. Biar nggak terjadi kejadian yang aneh-aneh.

Load More Related Articles
Load More By Jack Baurer
  • Game Konyol Yang Pernah Diliris Jepang

    Video game telah melakukan perjalanan yang benar-benar mengesankan, dari yang gambarnya se…
Load More In blog
Comments are closed.

Check Also

Game Casino Online Yang Bisa Dimainkan Melalui Gadget Dan Smartphone

Jika Anda penikmat taruhan online pasti tidak asing lagi dengan judi casino. Casino mempun…